Pada masa ini sebetulnya tidak juga dapat dikatakan muncul sebuah angkatan. Melihat pada pengelompokan yang telah banyak dilakukan sebelumnya, pengelompokan tokoh dan karya sastra Indonesia dapat dilihat dari perbedaan karakteristiknya. Karakteristik karya dan tokoh, biasanya dilihat dari segi isi/idealisme, bentuk, atau peristiwa khusus yang membedakannya dengan masa-masa sebelumnya. Sedangkan pada masa sekitar 2010 dan setelahnya karya dan tokoh sastra Indonesia belum ditemukan mengalami gejala-gejala yang menyebabkannya disebut sebagai sebuah angkatan.
Sebagai periodisasi masa ini termasuk masa yang mutakhir. Karya sastra yang lahir sangat beragam. Dilihat dari bentuk dan idenya tampak sastra Indonesia begitu kaya akan tipe dan jenis. Hal ini disebabkan oleh banyaknya eksplorasi-eksplorasi yang dilakukan baik dalam kerangka bentuk atau pun ide.
Keinginan para penggiat sastra untuk melepaskan diri dari bentuk dan tema yang sudah ada menyebabkan periode ini banyak ditumbuhi karya-karya yang menitikberatkan pada eksplorasi. Meski begitu banyak juga yang masih terpengaruh dan bahkan terkesan mirip dengan tipe karya-karya yang lahir pada masa-masa sebelumnya.
Mengenai media, masa ini bisa dibilang masa yang sangat memudahkan penulis dalam mempublikasikan karyanya. Dimulai dari tahun 2000-an banyak sekali penulis yang mempublikasikan karyanya melalui media elektronik . baik itu melalui website, blog atau pun facebook. Karya menjadi cepat menyebar dengan kemudahan akses pembaca.
Selain itu yang masih memegang peranan penting pada periode ini adalah Koran minggu. Koran menjadi media yang sangat penting bagi karya-karya sastra, lebih jauh lagi bukan sekedar dalam hal publikasi. Koran minggu lambat-laun berkembang menjadi kurator yang memiliki fungsi sebagai pembaptis gelar kesastrawanan. Memang fenomena ini bukan baru terjadi pada periode ini, namun pada masa 2010 peristiwa ini bisa jadi merupakan sorotan utama dikalangan penggiat sastra.